Jalana by Muara Unduh APK

Museum Passport, kini hadir di ponsel.

Nikmati perjalanan ke museum dengan pencatatan digital. Dapatkan cap, lencana, dan kartu koleksi.

Unduh APK untuk Android
Jalana di ponsel: Beranda dengan Paspor museum 16 dari 16 museum IHA, cap terakhir, dan museum terdekat.

Jalana

Masalah

Museum Passport sudah berjalan. Tapi museum hanya menjual buku fisik. Kunjungan ke museum tidak tercatat.

Jalana juga membuka jalan ke museum yang belum direvitalisasi.

Pengunjung berjalan menuju gerbang Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta.
Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta.
5.000
eksemplar cetakan pertama habis
8.000
eksemplar dicetak ulang
4,3 juta
kunjungan ke museum dan cagar budaya MCB pada 2025
16
museum IHA terdaftar di Jalana

Data koleksi tersambung dengan SIMAKO, hanya untuk koleksi yang dipakai Jalana.

Sumber: Kompas, 17 Juni 2026. Antara, 7 Juli 2026. Liputan6, 8 Januari 2026.

Kenapa Jalana

Alasan untuk datang ke museum berikutnya.

Jalana menambah Museum Passport dan tidak menggantikannya. Setiap kunjungan memberi cap, lencana, dan kartu.

  1. Ke museum lain

    Setiap museum IHA punya cap, lencana, dan kartu koleksinya sendiri. Paspor baru lengkap setelah pengunjung datang ke museum lain.

  2. Beberapa museum dalam sehari

    Tur museum menyusun rute dengan perkiraan jam tiba. Di setiap museum di rute, pengunjung mengumpulkan kartu dan lencana.

  3. Acara di area museum

    Beranda menampilkan acara terdekat. Contohnya Hari Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda.

Beranda Jalana, bagian bawah. Ada paket gratis harian, Main Harian, dan Acara terdekat: Hari Sumpah Pemuda di Museum Sumpah Pemuda, 28 Oktober.
Acara terdekat tampil di Beranda.
  • Paspor kertas tetap

    IHA tetap menjual buku. Pemilik buku mengecap bukunya di booth Jalana.

  • 16 museum IHA

    Satu katalog, dengan satu panel untuk museum.

  • Aset tetap milik IHA

    Kurator IHA meninjau isi sebelum terbit.

Reaksi dari uji konsep

Dari uji konsep: panel simulasi 26 persona dan 10 investor, Oktober 2026. Ini reaksi simulasi, bukan ulasan pengguna.

Bukti permintaan yang nyata ada di atas: 5.000 eksemplar cetakan pertama habis.

Kartu Super Langka berkilau saat ponsel miring. Itu cukup membuat saya mau mampir ke Museum Nasional bila ke Jakarta.

BimaPengunjung

Tur museum menyusun rute beberapa museum dan memberi tahu museum yang tutup. Cocok untuk liburan sekolah ke Jakarta.

DewiKeluarga

Saya mendukung usulan ini, terutama janji pemerataannya. Museum kami ingin ikut uji coba.

AgusMuseum

Kartu langka adalah hal yang membuat keluarga rela antre.

RudiInvestor

Saat rilis, saya akan memakainya untuk menyiapkan kunjungan rombongan. Letak koleksi per lantai sangat membantu menyusun rute.

YuniSekolah

Cap tinta di buku dan cap digital di ponsel, di booth yang sama. Itu video yang paling menarik untuk penonton saya.

PutriPengunjung

Main Harian bisa saya pakai sebagai pembuka sebelum rombongan masuk ruang pamer. Lembar pengetahuannya mencantumkan sumber.

LinaMuseum

Mematikan fitur berbayar adalah langkah cerdas.

HadiInvestor

Saya akan memakai Jalana saat rilis. Halaman koleksi menulis lantai dan gedung tempat koleksi itu berada.

FajarPengunjung

Cara kerja

Dari peta sampai paspor.

Jalana menemani pengunjung dari rumah sampai kunjungan berikutnya.

  1. Jelajah

    Peta interaktif menunjukkan museum terdekatmu dan jam bukanya.

    Jelajah, tampilan Peta: penanda museum di Jakarta Pusat. Museum Nasional dipilih, Galeri Nasional ditandai tutup sementara. Di bawah peta, kartu Museum Nasional Indonesia: buka sampai 18.00, kartu 7 dari 10. Tombol Tur museum di kiri bawah.
  2. Rencanakan

    Sedang liburan? Pakai fitur tur museum untuk menyusun rute ke beberapa museum dalam sehari, lengkap dengan perkiraan jam tiba.

    Tur museum hari ini, mulai 14.04 dan selesai 18.00. Jalana menyusun rute dua museum: Museum Kebangkitan Nasional, tiba sekitar 14.44, lalu Museum Nasional Indonesia, tiba sekitar 16.04. Di bawahnya ada tombol Masukkan ke Kalender.
  3. Cap dan lencana digital

    Saat berkunjung ke museum, Jalana memberimu cap dan lencana untuk ditempel di paspor digitalmu.

    Lencana kunjungan tingkat emas dari Galeri Nasional Indonesia. Pengguna mendapatkannya pada Senin, 12 Oktober 2026. Lencana bisa diputar. Tingkat logam: perunggu di kunjungan ke-1, perak di kunjungan ke-5, emas di kunjungan ke-10.
  4. Koleksi semuanya

    Kumpulkan semua cap, lencana, dan kartu dari kunjungan dan acara di berbagai museum.

    Koleksi paspor, tab Lencana: 52 dari 52 lencana terkumpul. Bagian Kunjungan Museum menampilkan lencana emas Museum Nasional, Galeri Nasional, Basoeki Abdullah, Sumpah Pemuda, Kebangkitan Nasional, dan Naskah Proklamasi.
  5. Koleksi kartunya

    Bawa pulang koleksi dalam bentuk kartu. Tukar dengan sesama pemain.

    Kartu Prajnaparamita dengan kilau holo. Kartu ini tingkat Langka, dari Edisi Koleksi Museum Nasional. Nomor seri EK No. 118.615. Pengguna mendapatkannya dari Paket Booster pada 22 Oktober 2026. Kartu bisa ditukar 1:1 dengan pengguna lain, tanpa uang.
  6. Journaling

    Tulis dan hias paspormu dari setiap kunjungan ke museum.

    Paspor digital terbuka di halaman 1 dari 100. Halaman ini berisi foto kunjungan, stiker lencana, dan memo tulisan tangan tentang pembukaan pameran baru di Museum Nasional.

Di museum

Satu booth di pintu masuk.

Booth check-in berdiri tanpa staf, layar, atau listrik. Pemilik Museum Passport juga mengecap bukunya di sini.

Render booth check-in Jalana: panel cetak melengkung, meja dengan cap, dan pelat check-in di atas tiang dan alas baja.
Render booth. Tapak 120 × 83 cm, tinggi 210 cm.
  • Satu pelat check-in

    NFC NTAG 424 DNA dan QR di satu pelat.

  • Alas baja 20 kg

    Anti-terguling dan ramah kursi roda.

  • Cetakan SEG dua sisi

    Diganti tiap musim di rangka yang sama.

  • Cap fisik

    Cap swa-tinta dan pena bertali baja untuk buku paspor.

Di paspor

Kartu, lencana, dan berbagi

Semua yang didapat pengunjung tersimpan di paspor Jalana.

Tab Paspor: sampul Museum Passport tampil utuh. Paspor Nadia Pramesti. Rak Paspor: Paspor Orisinal Muara, tombol Buka buku dan Ganti sampul, dan empat sampul. Koleksi paspor, tab Cap: 16 cap dari 16 museum. Koleksi paspor, tab Kartu: 11 dari 11 kartu koleksi, per museum. Koleksi paspor, tab Lencana: 52 dari 52 lencana, dengan lencana kunjungan museum.

Paspor di ponsel

Pilih layar paspor

Sampul paspor tampil utuh. Ketuk atau geser untuk membuka buku.

Kartu koleksi Prajnaparamita dari Museum Nasional, tingkat Langka, dua bintang, Edisi Koleksi. Asal: Singasari, Jawa Timur. Bahan: batu andesit. Ukuran: tinggi 126, lebar 55, tebal 55 cm. Sisi belakang: Museum Passport Indonesia, nomor seri 118.615.

Ketuk kartu untuk melihat sisi belakang.

Kartu koleksi

Ini kartu Prajnaparamita dari aplikasi. Muka kartu memuat asal, bahan, dan ukuran koleksi. Sisi belakang memuat nomor seri.

Ada tiga tingkat: Super Langka, Langka, dan Biasa. Super Langka hanya 100 per koleksi per musim.

Pengunjung hanya mendapat kartu Edisi Spesial Kolektor di museum. Tantangan Arca Repatriasi mengajak pengunjung memindai lima koleksi utama di Museum Nasional.

Kartu ini Edisi Koleksi. Nomor serinya acak dan unik untuk setiap salinan.

Lencana museum

Setiap museum punya lencana enamel sendiri. Lencana naik tingkat pada kunjungan ke-1, ke-5, dan ke-10.

Lencana Museum Nasional Indonesia, tingkat emas
Museum Nasional Indonesia. Emas, kunjungan ke-10.
Tingkat lencana

Keamanan

Aman untuk anak

  • Tanpa iklan dan chat

    Jalana tidak memuat iklan, chat, atau profil publik.

  • Profil anak

    Anak di bawah 13 tahun bergabung lewat profil yang dikelola orang tua. Tukar kartu hanya untuk 16 tahun ke atas.

  • Data di ponsel

    Halaman paspor, foto, dan memo tetap di ponsel pengguna.

  • Tanpa pembayaran

    Fitur berbayar mati selama uji coba.

Pemerataan

Setiap museum punya lencananya

Foto menarik dan liputan luas baru dimiliki museum yang sudah direvitalisasi. Kartu dan lencana memberi setiap museum IHA alasan untuk didatangi.

Gedung Museum Batik Indonesia di Jakarta. Gedung bundar Museum Perjuangan Yogyakarta. Gedung Museum Song Terus di Pacitan.
  • Lencana emas Museum Nasional Indonesia
  • Lencana emas Galeri Nasional Indonesia
  • Lencana emas Museum Basoeki Abdullah
  • Lencana emas Museum Sumpah Pemuda
  • Lencana emas Museum Kebangkitan Nasional
  • Lencana emas Museum Perumusan Naskah Proklamasi
  • Lencana emas Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta
  • Lencana emas Museum Perjuangan Yogyakarta
  • Lencana emas Museum Manusia Purba Sangiran
  • Lencana emas Museum Majapahit
  • Lencana emas Museum Batik Indonesia
  • Lencana emas Museum Kepresidenan RI Balai Kirti
  • Lencana emas Museum Prasejarah Semedo
  • Lencana emas Museum Song Terus
  • Lencana emas Museum Sriwijaya Dharmakirti
  • Lencana emas Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy'ari

Data kunjungan dari Jalana bisa menjadi dasar ketika museum mengajukan perbaikan fasilitas.

Belajar

Belajar dari mana saja

Untuk siswa dan warga di pulau lain.

Model 3D Arca Prajnaparamita dari Museum Nasional Indonesia.

Seret untuk memutar

  • Putar arca 360° dan perbesar pahatannya, seperti model di samping.

  • Lihat Prajnaparamita setinggi aslinya, 126 cm, lewat AR di iPhone dan iPad.

  • Ikuti cerita koleksi, seperti di repatriasi2024.historia.id buatan Muara Studio.

  • Main Harian: tiga permainan singkat dengan arca yang berbeda setiap hari.

Halaman koleksi Arca Prajnaparamita: tombol AR, 360°, dan Zoom, dengan periode, bahan, dan tinggi.
Halaman koleksi: AR, 360°, dan Zoom.
Main Harian, permainan Arca Berdebu: arca Ganesa 3D yang berdebu, dengan alat kuas, air suling, dan spons.
Main Harian: bersihkan debu dari arca hari ini.

Untuk museum

Museum melihat kunjungannya

Setiap check-in dan setiap pindai label tercatat di panel museum.

Beranda panel museum.

Kunjungan dan jangkauan koleksi

Check-in terverifikasi per hari, pengunjung unik, dan kunjungan ulang.

Label dipindai di tempat. Museum melihat koleksi, lantai, dan ruang yang benar-benar didatangi.

Ringkasan pengguna. Angka kecil tampil sebagai <10.

Asal pengunjung dan privasi

Museum asal pengunjung, cap yang diberikan, dan label yang dipindai. Ekspor CSV untuk laporan.

Angka kecil tampil sebagai "<10", jadi tidak ada pengunjung yang bisa dikenali. Panel memakai masuk dua faktor dan akses per peran.

Editor koleksi.

Kurator mengubah isi

Kurator mengubah teks koleksi. Perubahan masuk ke draf dulu, lalu diterbitkan.

Museum juga memilih koleksi yang tampil di aplikasi, dan urutannya.

Halaman lain di panel museum

Arcantara

Ruang Restorasi Arcantara: pemain menyapukan debu dari arca Ganesa Singasari ke penyedot HEPA. Konservator memandu lewat HT.

Target rilis awal 2027

Arcantara

EntPoint Studio bersama Muara Studio

Gim restorasi artefak Nusantara untuk ponsel.

Pemain membersihkan dan memulihkan artefak, lalu membuka kisah di baliknya: pilih, pulihkan, temukan, koleksikan, jelajahi.

Bentuk
Gim 3D, santai dan edukatif.
Untuk
Remaja, SMP dan SMA, semua umur.
Di luar museum
Main di rumah, di kelas, atau di pulau lain. Cocok untuk pelajaran Sejarah dan Seni Budaya.
Di dalam museum
Usulan Muara: kunjungan yang tercatat di Jalana membuka artefak tertentu di gim.

Visual: EntPoint Studio

Arca repatriasi, 8 objek

  • Ganesa
  • Nandhiswara
  • Prajnaparamita
  • Durga
  • Mahakala
  • Bhairawa
  • Nandi
  • Brahma

Koleksi Mahakarya MCB, 11 objek

  • Arca Wisnu Naik Garuda
  • Batik Sogan Parang Ukel Seling
  • Pelana Kuda dan Tombak Pangeran Diponegoro
  • Fragmen Tempurung Kura-kura
  • Kendil Dalung dan Nekara Donker
  • Jubah KH Hasyim Asy'ari
  • Mahkota Sultan Siak Sri Indrapura
  • Mata Panah
  • Tengkorak Kerbau
  • Replika Rangka ST-1 "Mbah Sayem"
  • Master Poster Soekarno

Kemitraan

Kemitraan nirlaba

Yang kami mohon dari IHA, dan yang IHA terima.

Yang kami mohon

  1. Izin memakai aset koleksi di Jalana: foto, data koleksi, model 3D, dan cerita. Untuk mulai, 10 koleksi per museum.
  2. Akses ke dokumentasi 19 artefak untuk Arcantara: 8 arca repatriasi dan 11 Koleksi Mahakarya MCB.

    Arca repatriasi, 8 objek

    • Ganesa
    • Nandhiswara
    • Prajnaparamita
    • Durga
    • Mahakala
    • Bhairawa
    • Nandi
    • Brahma

    Koleksi Mahakarya MCB, 11 objek

    • Arca Wisnu Naik Garuda
    • Batik Sogan Parang Ukel Seling
    • Pelana Kuda dan Tombak Pangeran Diponegoro
    • Fragmen Tempurung Kura-kura
    • Kendil Dalung dan Nekara Donker
    • Jubah KH Hasyim Asy'ari
    • Mahkota Sultan Siak Sri Indrapura
    • Mata Panah
    • Tengkorak Kerbau
    • Replika Rangka ST-1 "Mbah Sayem"
    • Master Poster Soekarno
  3. Uji coba di museum IHA terpilih, dengan booth check-in dan label QR. Hasilnya kami laporkan kepada IHA.

Yang IHA terima

  • Data kunjungan per museum dan per periode, termasuk jangkauan ruang.
  • Cap digital untuk Museum Passport, dan booth tempat pemilik buku mengecap paspornya.
  • Kanal belajar untuk SMP dan SMA: cerita, 360°, AR, dan gim restorasi.
  • Koleksi yang dikenal lebih luas lewat kartu, lencana, dan artefak yang dibagikan.

Aset tetap milik IHA. Isi ditinjau kurator IHA. IHA dapat meminta aset diganti atau diturunkan kapan saja.

Langkah berikutnya

Dari pertemuan ke uji coba

Jalana perlu izin memakai aset koleksi. Kami mulai kecil: 10 koleksi per museum.

  • 10 koleksi per museum

    Foto, data koleksi, model 3D, dan cerita dari 10 koleksi di setiap museum IHA.

  • Museum Nasional Indonesia

    Untuk saat ini, 10 koleksinya berasal dari Ruang Prajnaparamita dan koleksi Repatriasi.

  • Museum lain

    Koleksinya mengikuti ruang pamer yang sudah ada di setiap museum.

  1. Minggu ke-1

    Pertemuan dan demo

    Demo Jalana di ponsel dan tablet. EntPoint memaparkan konsep Arcantara. IHA menunjuk narahubung.

  2. Minggu ke-2 sampai ke-4

    Surat kesepakatan

    Izin uji coba, izin aset, dan narahubung disepakati dalam satu surat. Daftar 10 koleksi per museum ikut disepakati.

  3. Minggu ke-5 sampai ke-8

    Aset dan kurasi

    Aset tahap pertama diserahkan, mulai dari Museum Nasional Indonesia. Kurator IHA meninjau kartu dan cerita. Booth dan label koleksi disiapkan.

  4. Setelah persiapan

    Uji coba 2 bulan

    Jalana berjalan di museum IHA terpilih. Data kunjungannya dilaporkan kepada IHA.

  5. Setelah uji coba

    Evaluasi bersama

    Hasil uji coba menentukan langkah rilis publik Jalana dan pengembangan Arcantara.

Satu surat tertulis dengan IHA

  • Izin uji coba Jalana di museum IHA terpilih.
  • Izin memakai aset 10 koleksi per museum di Jalana, dan 19 artefak di Arcantara.
  • Satu narahubung yang ditunjuk IHA.
  • Urutan waktu dalam minggu, dihitung sejak surat disepakati.

Kami juga ingin menyepakati siapa yang memegang booth setelah pilot.

Yang diukur saat pilot

Target yang kami ukur bersama museum:

12+
museum aktif di akhir pilot
95%
check-in di booth berhasil
20%+
pengguna check-in lagi dalam 90 hari
0
insiden keamanan anak

Kontak

Bicara dengan kami

Untuk demo, pertanyaan, atau surat kesepakatan.

Software house © 2020

muarastudio.com

Thomas Arya

Product Engineer

Unduh

Unduh Jalana untuk Android

Pasang Jalana untuk mencoba semua tab. Aplikasi langsung terbuka tanpa membuat akun.

Buka halaman ini di ponsel Android: pindai kode ini dengan kamera.

Cara memasang

  1. Buka halaman ini di ponsel Android. Ketuk Unduh APK. Bila Chrome menampilkan peringatan, pilih tetap unduh.
  2. Bila unduhan selesai, ketuk notifikasinya untuk membuka berkas Jalana.
  3. Bila Android meminta izin, ketuk tombol pengaturan di pesan itu. Lalu nyalakan Izinkan dari sumber ini.
  4. Kembali ke layar sebelumnya. Ketuk Instal. Bila pemasangan selesai, ketuk Buka.